elricity:

Another tragedy. MH17, a Malaysian plane from Amsterdam heading to KL, has crashed near the Ukraine-Russia border. Reports coming out that it was shot down by a ground to air missile. Ukrainian government blaming the rebels, rebels are denying it. 295 people on that plane. Lost as pawns to their sick game of violence. I’m stunned beyond belief. We as a nation are barely moving on beyond the grief of MH370. How are we expected to live through another tragedy like this? And shot down?

Membantu Palestina itu bukan karena kita mengasihani mereka. Tetapi karena kita mengasihani diri sendiri yang tidak bisa berbuat banyak seperti apa yang mereka lakukan.
Mereka mempertahankan tanah suci dengan harta, darah dan air mata. Kita? Mari mengasihani diri sendiri. (via herricahyadi)
Others are being tested with difficulty while we are being tested with ease.
Nouman Ali Khan  (via jannatulfirdous)

(Source: gems-from-you)

How foolish are we to rush our prayers, when Allah is the Owner of time.
(via idayumumtaz)

(Source: islamreflection)

Tuhan,
Jagalah dia untukku,
kerana aku masih jauh.

Alwanizolkifli (via alwanizolkifli)

"Sebelum aku kesini, sebenarnya ada 2 hal yang bikin aku kagum sama Mesir. Yaitu Al Azhar dan Sungai Nil, karena tanpa sungai Nil, tidak ada Mesir dan tidak ada AL Azhar.”

"Aku juga suka sungai Nil, kalau tidak ada sungai Nil, pasti tidak ada Mesir, tidak ada peradaban, yang ada hanya gurun pasir. Kamu percaya pada jodoh, Fahri?"

"Ya, setiap orang memiliki jodohnya masing-masing. Itu yang sering kamu bilang".

"Aku rasa sungai Nil dan Mesir itu jodoh, senang ya kalau kita bisa bertemu dengan jodoh yang diberikan Tuhan dari langit"

 ”Bukan dari langit, Maria, tapi dari hati, dekat sekali”

..

Juga aku tanpa Dia,
Gurun pasir cuma.


(via kisahdarisyurga)